Minggu, 18 September 2011

Software Aplikasi Pengaya Konsep Kimia dalam Linux

Arah pengajaran mapel IPA SMA pada umumnya di Indonesia menuju pada pemaksaan siswa mendapatkan nilai instan (nilai kognitif) yang menjadi indikator keberhasilan guru menyampaikan materi. Hal ini lebih terlihat untuk kelas XII IPA SMA. Hari-hari mereka dijejali dengan soal-soal latihan agar kelak lulus ujian nasional dengan nilai setinggi mungkin.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa nilai kognitif adalah parameter paling mudah untuk mengevaluasi atau melihat keberhasilan guru menyampaikan materi, lebih tepatnya melihat tingat penyerapan oleh siswa terhadap konsep/materi pelajaran yang disampaikan guru. Tetapi untuk jangka panjang sungguh arah ini sangat mengkhawatirkan, salah satu efek dominonya adalah tidak munculnya daya inkuiri pada siswa untuk mengeksplorasi konsep sehingga mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang ada dalam buku dan apa-apa yang disampaikan oleh guru di dalam kelas.

Barangkali perlu diatur proporsinya, minimal untuk mengurangi kebengkokan arah ideal pengajaran IPA untuk siswa, untuk siswa kelas X dan XI diberi pengajaran IPA yang mampu menguatkan daya inkuiri siswa sedangkan kelas XII diberi pengajaran IPA untuk mencapai target nilai kognitif yang diinginkan. Cara ini memang sangat menyederhanakan persoalan arah bengkok pendidikan, tetapi paling tidak dapat meluruskan 2/3 ke arah yang lebih baik.

Peningkatan daya inkuiri memang tidak bisa lepas dari aktivitas laboratorium atau eksperimen, berarti terbayang dalam kita laboratorium yang lengkap yang berarti 'dana yang besar'. Suatu hal yang sangat mengerikan untuk ukuran ekonomi Indonesia yang carut-marut adalah memenuhi anggaran pendidikan 20% untuk peningkatan kualitas pendidikan. Tetapi keterbatasan bukanlah alasan untuk tidak berkreasi dalam variasi metode pengajaran IPA. Banyak metode alternatif yang bisa digunakan sebagai pendamping atau pengganti metode konvensional yang tidak bisa dilepaskan.

Sebagai contoh untuk pengajaran mata pelajaran kimia, guru dapat berkreasi dalam variasi metode pengajaran dengan menggunakan software aplikasi kimia yang banyak sekali dan mudah didapatkan melalui jaringan internet. Di sini guru mesti dengan arif mencari dan memakai software aplikasi tersebut sesuai dengan materi pelajaran. Guru menggunakan software-software tertentu untuk materi pelajaran tertentu atau materi-materi pelajaran tertentu menggunakan software-software tertentu.

Untuk software aplikasi kimia akan dengan mudah didapatkan apabila guru mampu menggunakan sistem operasi linux, khususnya Ubuntu atau Blankon. Di situ telah tersedia software-sofware aplikasi kimia yang sesuai dan dapat digunakan untuk pengajaran. Di sinilah pentingnya guru yang kreatif dan mau mengaktualisasi diri dengan selalu belajar dan mencari metode kreatif alternatif tanpa selalu 'merengek' karena tidak ada dana. Dengan sedikit belajar Linux, katakanlah satu-dua minggu, insya Allah guru akan mampu menguasai operasional linux.

Bagi yang ingin belajar Linux, silahkan download Linux dan software aplikasi kimia di laman berikut: http://kimia.unnes.ac.id/kasmui. Pilih menu Download.

Selamat belajar dan mengaktualisasi diri. Suksessssssssss!

Jumat, 26 Agustus 2011

BlankOn/Linux: Bagian Kurikulum dalam Matakuliah Program Komputer untuk Pengajaran Kimia Berbasis ICT

Insya Allah, mulai semester gasal ini, TA. 2011/2012, materi BlankOn/Linux akan dimasukkan dalam bagian materi matakuliah Program Komputer untuk Pengajaran Kimia Berbasis ICT. Materi sebelumnya adalah pemrograman Borland Delphi untuk problem kimia, nah semester depan akan diperkaya dengan materi aplikasi BlankOn/Linux dalam pengajaran kimia.

Tujuan dimasukkannya materi aplikasi BlankOn/Linux adalah untuk membantu mengenalkan dan memasyarakatkan software open source dan bahkan hasil karya putra bangsa, disamping obyek pengolahannya tetap sesuai bidang disiplin masing-masing.

Untuk mangayubagyo maksud itu, Insya Allah mulai bulan Oktober 2011 di laboratorium kimia komputasi yang merupakan bagian dari laboratorium kimia jurusan kimia UNNES akan diadakan pelatihan penggunaan BlankOn/Linux untuk pengajaran kimia sekaligus pembentukan Komunitas BlankOn/Linux Kimia UNNES. Pelatihan itu akan dikawal dan dilaksanakan oleh Triple C (Computational Chemistry Club) yg merupakan kumpulan mahasiswa kimia yang ingin mendalami komputasi, multimedia dan internet di laboratorium kimia komputasi.

Silahkan bagi mahasiswa kimia yg berminat, baik prodi pendidikan kimia ataupun prodi kimia dapat mendaftar dengan beberapa ketentuan:

1.  Memiliki komitmen terhadap penggunaan dan penyebaran software open source terutama yang berbasis Linux
2. Istikomah mengikuti pelatihan sampai menguasai kemampuan dasar operasional linux 
3. Mahasiswa selain anggota Triple C diwajibkan membawa laptop sendiri.
4. Panitia tidak memungut biaya, tapi jika ada biaya yang harus dikeluarkan maka semua biaya ditanggung sendiri-sendiri.

Info selanjutnya akan diberikan menyusul.


Sabtu, 20 Agustus 2011

Wine Ubuntu 11.04 untuk Software Aplikasi Kimia

Sudah lama Wine pada Ubuntu mampu menjalankan aplikasi kimia under Windows. Pada rilis Ubuntu 11.04 kemampuan itu lebih hebat lagi, bahkan mampu running dengan safe aplikasi kimia under Windows yang tergolong berat, yaitu HyperChem 8.0.8, ChemOffice v10, Gaussian 03, 98, Accelrys Materials Studio 4.4. Jadi bagaimana dengan aplikasi lain yg lebih ringan? Ya logikanya akan lebih mudah toh! Saya sudah mengaplikasikan semua itu dengan mudah, hanya dengan menggunakan terminal, lalu masuk ke folder dimana software itu berada, lalu ketik: wine namafile.exe => enter, jalan deh. Kalo sudah selesai klik Menu > Wine > Programs > NamaSoftware. Mudahkan? Mudahlah...

Jumat, 19 Agustus 2011

Software Aplikasi Kimia dalam Ubuntu 11.04


Hare gene siapa yang gak kenal Linux? Linux yang dulu dipandang sebelah mata, karena repot instalasi dan operasinya, sekarang sudah sejajar dengan sistem operasi Windows. Betapa tidak, fitur dan tampilannya luar biasa sebanding dengan Windows yang berbayar, padahal Linux kan secara umum gratis ya, walau ada edisi yang komersial.

Nah, bagaimana Linux untuk aplikasi kimia? Jangan tanya deh kalo belon ngecoba! Tentu saja ada dan gratis lagi. Banyak sekali software aplikasi kimia yang tersedia gratis di internet, tinggal unduh, pasang dan jalankan, asal telaten dan mau belajar. Tidak sulit tapi juga tidak akan bisa bagi yang tidak mau mencoba atao wegah belajar. Pokoke gampang, gampang, gampang bin gampang.

Salah satu distro (variasi os linux) adalah Ubuntu, dari sejak awal loncingnya sudah mempesona, menjadi "the best os". Gratis dan tampilanya mirip Windows, didukung lagi banyak aplikasi gratis yg tak kalah canggihnya dibanding aplikasi under Windows. Dijamin jatuh cinta deh.

Nah, Ubuntu versi 11.04 (rilis tahun 2011, bulan 04) lebih siip lagi. Sudah dicoba pada laptop Acer ram 256 MB dan speed 1.8 ternyata dengan enteng dan cepatnya Ubuntu 11.04 terinstall dengan baik. Mo bilang apa?!

Mau tahu berapa aplikasi gratis yang tinggal nge-klik ngunduh dan otomatis terpasang? Woooww ratusan atau bahkan ribuan! Saya ulangi: "Tinggal klik, unduh dan terpasang!"

Untuk aplikasi kimia yg tinggal nge-klik ada kurang lebih 30 buah, belon lagi yang laen, di link situs lain juga banyak tersedia aplikasi kimia under linux yang versi gratis, biasanya disebut "freeware".

Coba deh install Ubuntu 11.04. Lalu pilih "Ubuntu Software Center" > "Get Software" > "Science & Engineering" > "Chemistry". Tinggal pilih software-nya, lalu install dan akan terpasang di menu "Science".

OKKK, siapa takut? Unduh saja ubuntu 11.04 di: http://www.ubuntu.com/download
FORM ISIAN DATA MAHASISWA Untuk pendataan mahasiswa peserta mata kuliah "Program Komputer untuk Pengajaran Kimia Berbasis ICT", silahkan anda ikuti/klik link berikut:

FORM ISIAN DATA MAHASISWA

Terima kasih atas partisipasi anda! Semoga sukses selalu untuk anda!